Pages

Selasa, 01 Mei 2012

Konseling Perilaku


A.                Definisi Teori Konseling Perilaku dan Konseling-Kognitif Perilaku
Menurut Gerald corey, konseling perilaku (konseling behaviour) adalah penerapan aneka ragam teknik dan prosedur yang berakar pada berbagai teori tentang belajar. Penerapan prinsip – prinsip belajar ini berakar pada teori pengkondisian klasikdari Ivan Pavlov maupun pada teori pengkondisian operan dari B.F. Skinner.
Penekanan istilah belajar dalam pengertian ini ialah atas pertimbangan bahwa konselor membantu orang (konseli ) belajar atau mengubah perilaku. Konselor berperan membantu dalam proses belajar menciptakan kondisi yang sedemikian rupa sehingga konseli dapat mengubah perilakunya serta memecahkan masalahnya.
Konseling kognitif perilaku merupakan penggabungan tekhnik – tekhnik dari perspektif perilaku dengan tekhnik – tekhnik dari perspektif kognitif, karena dalam perkembangannya para teoris dan praktisi teori KP menyadari adanya keterbatasan dalam teori – teori belajar dan mengakui peran kognisi ( bahkan emosi ) dalam mempengaruhi perilaku

B.                 Perspektif Historis Teori
Psikologi yang dikenal sebagai ilmu tentang perilaku manusia sebenarnya banyak dipengaruhi oleh paradigma behavioris. Paradigma tersebut melihat manusia “as the behaviorist views it”, sehingga kepribadian manusia dalam perspektif behavioral adalah perilaku nampak dari seseorang individu. Kemunculan behavioris sebagai peradigma merupakan gagasan dari akibat ketidakpuasan terhadap psikologi yang sudah ada sebelumnya (psikoanalisis).
Asumsi dasar dari psikologi behavioristis antara lain (Alwisol, 2003:400):
1.      Tingkah laku itu mengikuti hukum tertentu, artinya setiap peristiwa berhubungan secara teratur dengan peristiwa lainnya.
2.      Tingkah laku dapat diramalkan (diprediksikan).
3.      Tingkah laku manusia dapat dikontrol.
Dari paradigma behavioris lahirlah pendekatan konseling yang disebut dengan konseling behavioral, yang menekankan aspek modifikasi perilaku. Sejak perkembangannya tahun 1960-an, teknik-teknik modifikasi perilaku semakin bervariasi baik yang menekankan aspek perilaku nampak (fisik) maupun kognitif. Saat ini konseling behavioral berkembang pesat dengan ditemukannya sejumlah teknik-teknik pengubahan perilaku, baik yang menekankan pada aspek fisiologis, perilaku, maupun kognitif (Hackman, 1993). Rachman (1963) dan Wolpe (1963) mengemukakan bahwa terapi behavioral dapat menangani masalah perilaku mulai dari kegagalan individu untuk belajar merespon secara adaptif hingga mengatasi gejala neurosis.
Berikut historis tentang perkembangan teori Konseling Perilaku ( KP ) atau Konseling Behavioral
©      Konseling behavioral dikembangkan sejak 1950-an dan 1960-an
©      Pemisahan diri yang radikal dari Psikoanalisis yang berlaku saat itu
©      Banyak berbeda dari konseling lain karena pengguna pembiasaan klasik (classical conditioning) dan pembiasaan operan (operant conditioning) terhadap penanganan berbagai perilaku bermasalah
©      Konseling behavior kontemporer bengkit secara serentak di AS, Afsel, dan Inggris th 1950-an
©       Konseling Behavioral terus berkembang meskipun banyak kecaman dari konseling tradisonal (psiko analitik)
©      1960-an Albert Bandura mengembangkan teori belajar sosial (social learning theory) yang menggabungkan pembiasaan klasik dan pembiasaan operan denngan belajar observasional. Ia menjadikan kognitif menjadi fokus yang sah dalam konseling behavioral
©      1970-an konseling behavioral muncul sebagai kekuatan utama dan psikologi dan memiliki pengaruh yang berarti dalam pendidikan, psikologi, psikoterapi, psikiatri, dan kerja sosial.
©       Teknik-teknik behavioral dikembangkan dan diperluas yang juga diaplikasikan pada bidang-bidang bisnis, industri, dan pengasuhan anak.
©      Tahun 1980-an merupakan pencarian wawasan baru dalam konsep dan metode yang bergerakjauh di luar teori belajar tradisonal
©      Adanya perhatian yang meningkat terhadap peran emosi dalam perubahan terapeutik dan peran faktor-faktor biologis dalam gangguan psikologis
©      Perkembangan yang menonjol ialah timbulnya konseling kognitif behavior (cognitive- behavior Therapy/counseling) secara berkelanjutan sebagai kekuatan dan aplikasi teknik-teknik behavioral terhadap pencegahan dan penanganan gangguan medis
©      Tahun 1990, assosiasi pengembangan terapi behavior mengklaim dirinya memiliki 4300 anggota. Ada 50 jurnal dan memiliki cabang di seluruh dunia.

C.                 Pokok – Pokok Teori

1.      Pandangan tentang sifat manusia
Pendekatan behavioristik tidak menguraikan asumsi – asumsi filosofis tertentu tentang manusia secara langsung. Hakikat manusia dalam pandangan para behaviorist adalah fasif dan mekanistis, manusia dianggap sebagai sesuatu yang dapat dibentuk dan diprogram sesuai dengan keinginan lingkungan yang membentuknya. Lebih jelas lagi (Muhamad Surya dalam Farida Euis)  menjelaskan tentang hakikat manusia dalam pandangan teori behavioristik sebagai berikut : ‘dalam teori ini menganggap manusia bersifat mekanistik atau merespon kepada lingkungan dengan kontrol terbatas, hidup dalam alam deterministik dan sedikit peran aktifnya dalam memilih martabatnya.
Manusia memulai kehidupnya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya, dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Perilaku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. Dapat kita simpulkan dari anggapan teori ini bahwa perilaku manusia adalah efek dari lingkungan, pengaruh yang paling kuat maka itulah yang akan membentuk diri individu.
Beberapa konsep tentang hakikat dasar manusia:
a.       Tingkah laku manusia diperoleh dari belajar dan proses terbentuknya kepribadian adalah dari proses pemasakan dan proses belajar.
b.      Kepribadian manusia berkembang bersama-sama dengan interaksinya dengan lingkungan
c.       Setiap orang lahir dengan membawa kebutuhan bawaan, tetapi sebagian besar kebutuhan dipelajari dari interaksi dengan lingkungan.
d.      Manusia tidak lahir baik atau jahat, tetapi netral. Bagaimana kepribadian seseorang dikembangakan tergantung interaksi dengan lingkungan.
e.       Manusia mempunyai tugas untuk berkembang. Dan semua tugas perkembangan adalah tugas yang harus diselesaikan dengan belajar.

2.      Sistem Teori
·         Empat Perspektif Teori Behavioral
Konseling behavioral saat ini dapat dipahami dengan memperhatikan empat bidang pokok perkembangan: classical conditioning, operant conditioning, social learning theory, dan cognitive-behavior counseling
a.      Kondisional klasik (classical conditioning)
·         Tokoh kondisional klasik adalah Ivan Pavlov yang mengilustrasikan classical conditioning melalui percobaan dengan anjing.
·         Kesimpulan teoritisnya, bahwa perilaku manusia baik yang adaptif maupun tidak adaptif dikendalikan oleh stimuli tertentu yang ada sebelum perilaku tersebut.
b.      Operan Conditioning (operant conditioning)
·         Merupakan jenis belajar dimana perilaku semata-mata dipengaruhi oleh akibat yang menyertainya. Tokoh adalah B.F. Skinner
·         Perubahan tingkahlaku terjadi karena adanya penguatan dan hukuman. Tingkahlaku yang memperoleh ganjaran dipelihara dan dikembangkan, sebaliknya tingkahlaku yang mendapat hukuman akan dihentikan
·         Teori pembiasaan operan menghasilkan tiga prinsip belajar : Penguatan (reinforsment), Extinction (ekstinsi), dan hukuman (punishment). Penguatan merupakan stimulus yang dapat meningkatkan terjadinya / berulangnya respon individu. Penguatan dapat berupa penguatan positif maupun negative.
Kedua jenis belajar tersebut (classical conditioning dan operan conditioning) tidak memasukkan konsep-konsep mediasi (proses berfikir, sikap, dan nilai)
c.       Pendekatan Belajar Sosial (social Learning Theory)
·         Dikembangkan oleh Bandura bersifat interaksional, interdesipliner, dan multimodal. Perilaku dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa stimulus, pengaruh eksternal, dan proses mediasi kognitif
·         Periku dibentuk berdasarkan atas pengamatan perilaku model
d.      Konseling Kognitif Behavior (cognitive-behavior counseling )
ΓΌ  Bersama Social Learning Theory mewakili arus utama konseling perilaku kontemporer. Sejak tahun 1970-an gerakan behavior meyakini peran pikiran, bahkan menemptkan factor kognitif sebagai peran pokok dalam memahami dan menangani masalah-masalah emosional dan perilaku.
            Secara umum, konseling behavioral mengacu praktek yang didasarkan pada teori social kognitif yang mengakomodasi seperangkat prinsip dan prosedur kognitif konseling behavioral saat ini cenderung terpadu.
©      Asumsi Dasar
            Asumsi dasar yang utama adalah proses-proses kognitif memainkan peran penting dalam mempengaruhi perilaku, bahwa perilaku dikendalikan oleh interaksi yang kompleks antara peristiwa internal (keyakinan, harapan, persepsi diri ) dan kekuatan lingkungan.
Pandangan tentang Manusia
Pendekatan behavioral didasarkan pada pandangan ilmiah tentang tingkah laku manusia yang menekankan pentingnya pendekatan sistematis dan terstruktur pada konseling. Namun pendekatan ini tidak mengesampingkan pentingnya hubungan konseli untuk membuat pilihan- pilihan. Dari dasar pendekatan tersebut di atas, dapat dikemukakan konsep tentang hakekat manusia sebagai berikut :
a.       Tingkah laku manusia diperoleh dari belajar, dan proses terbentuknya kepribadian adalah melalui proses kematangan dari belajar.

0 comments:

Poskan Komentar

Fish